Image

 

 

  • Definisi
Asam urat (AU) adalah bahan normal dalam tubuh dan merupakan hasil akhir dari metabolisme purine, yaitu hasil degradasi dari purine nucleotide yang merupakan bahan penting dalam tubuh sebagai komponen dari asam nukleat dan penghasil energy dalam inti sel, termasuk dalam kelompok asam amino unsur pembentuk protein. Hiperuricemia adalah keadaan dimana terjadi peningkatan kadar AU darah diatas normal.

  • Batas Normal Kadar Asam Urat dalam Darah
  1. Laki-laki : <7 mg%
  2. Perempuan : <6mg%
  3. Peningkatan kadar AU yang bisa mencerminkan keadaan patologis. 
  • Etiologi Asam Urat
Hiperurisemia Primer atau Hiperurisemia Idiopatik, adalah hiperurisemia tanpa disebabkan oleh penyakit atau penyebab lain. Penyebab ini sangat terkait dengan faktor dari dalam tubuh seseong namun belum diketahui secara pasti. Diduga disebabkan oleh faktor genetik dan ketidak seimbangan hormonal dalam tubuh yang menyebabkan gangguan metabolisme yang dapat mengakibatkan meningkatnya produksi asam urat
Hiperurisemia Sekunder, adalah hiperurisemia yang disebabkan karena penyakit atau penyebab lain. Penyebab ini sangat berkait erat dengan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Konsumsi makanan yang banyak mengandung purin sebagai faktor utama untuk penyebab sekunder ini. Produksi asam urat meningkat karena kita mengkonsumi nutrisi kadar purin tinggi. Bisa juga disebabkan oleh terganggunya proses pengeluaran asam urat dari tubuh karena ginjal lagi bermasalah.
  • Faktor Resiko
  1. Genetik: lebih dari 50 persen penderita AU memiliki keluarga dengan riwayat penyakit asam urat.
  2. Gender: Penyakit ini juga lebih sering menyerang pria, khususnya yang berusia 40 sampai 50 tahun. Pria memiliki kemungkinan tiga atau empat kali lebih besar terkena penyakit ini dibanding wanita. Sebelum menopause, jarang ada wanita yang terkena penyakit asam urat.
  3. Obesitas dan pola makan: Pengaturan pola makan untuk mengatasi penyakit asam urat tampaknya tidak lagi berfokus pada pantangan terhadap makanan dengan kandungan purin yang tinggi, seperti ragi, beberapa jenis ikan, dan berbagai jenis daging merah , tetapi pada penanganan gangguan metabolisme yang umumnya dikaitkan dengan penyakit asam urat: obesitas, sindrom resistansi insulin, dan dyslipidemia.
  4. Minuman: Konsumsi min
    uman beralkohol yang berlebihan bisa menghambat pembuangan asam urat, sehingga terjadi penumpukan.
  5. Problem kesehatan: Tekanan darah tinggi yang tidak diobati (hipertensi) dan kondisi kronis seperti diabetes, kadar lemak dan kolesterol yang tinggi dalam darah (hiperlipidemia), dan penyempitan arteri (arteriosclerosis). Penyakit asam urat paling sering menyerang jempol kaki karena pada bagian ini sirkulasi darahnya kurang dan suhunya lebih rendah.
  6. Pengobatan: Produk-produk yang meningkatkan risiko penyakit asam urat antara lain diuretik tiazid (obat yang memperlancar keluarnya air dari dalam tubuh, biasanya untuk mengobati tekanan darah tinggi), aspirin dosis rendah, obat antipenolakan yang diberikan kepada pasien pencangkokan organ, dan obat kemoterapi.
  • Anamnesis
Anamnesis terutama ditunjukan untuk mendapatkan factor keturunan, dan kelainan atau penyakit lain sebagai penyakit  hiperurisemia primer. Apakah ada/tidak keluarga yang pernah menderita asam urat. Untuk mencari penyebab hiperurisemia sekunder perlu ditanyakan apakah pasien mengkonsumsi alkohol atau tidak,memakan obat obat tertentu secara teratur ataau tidak, kelainan ginjal atau penyakit lainnya.
  • Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik untuk mencari kelainan atau penyakit sekunder, terutama menyangkut tanda-tanda anemia , pembesaran organ limfoid, keadaan kardiovaskular dan tekanan darah, keadaan dan tanda kelainan ginjal serta kelainan pada sendi.
  • Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang ditujukan buntuk mengarahkan dan memastikan penyebab hiperurisemia. Yaitu berupa pemeriksaan darah rutin untuk AU darah dan kreatinin darah dan pemeriksaan urin 24 jam
By Departmen TEKI SKI-Asysyifa
Advertisements